“Aaarrrggghhh, bisa diem ga sih!!!” kalimat itu meluncur begitu saja tanpa bisa gw kendalikan, kemudian suara tangisan membuncah dari mulut mungilnya. Tangisan ketakutan dari seorang gadis kecil lugu yang belum tahu apa-apa. Detik-detik berlalu tanpa gw sadari, kemudian gw merasa terhenyak, “maafkan bunda, nak!” tangisku mulai pecah bersamanya, rasa bersalah yang amat sangat menjalari seluruh relung hatiku.
Malam itu gw sedang menemani si kecil bermain, tidak seperti biasanya dia tidur telat. Namun entah kenapa tiba tiba terasa ada sesuatu yang menusuk-nusuk di daerah pinggang sebelah kiri gw, sakit sangat sakit sekali, untuk bergerak sedikit saja gw gak bisa tahan, akhirnya gw hanya sanggup meringkuk sambil merintih kecil menahan rasa sakit. Beberapa saat kemudian gadis kecilku merengek, mungkin bingung melihat aku yg sedang meringis dan menangis menahan rasa sakit, dia mulai membuatku kesal dan ketika pada puncaknya, gw melempar gelas aqua kearah tembok. Gadis kecilku menangis, mungkin shock melihat “kemarahan”ku malam itu, untuk beberapa saat dia gw diemin sampai pada saat dia menghampiriku dan menepuk2 pundakku sambil masih menangis tentunya. Gw terpana untuk beberapa saat, dia memegang gelas aqua yang gw lempar tadi dan memberikannya padaku kembali, tanpa sanggup gw bendung butiran bening di mataku, aku peluk dia dengan erat, “maafkan bunda ya nak, maafkan!”, dengan masih menahan rasa sakit yg mulai agak mereda aku rengkuh dia dalam gendonganku, menina-bobokannya, dia mulai memejamkan matanya dan hanyut dalam alam mimpi, entah apa yang dia pikirkan setelah kejadian tadi tapi yang pasti penyesalan yg menjalar dari dalam relung hati gw, masih berbekas hingga hari ini. Gadis kecilku, 17 bulan usianya, telah menjadi korban atas amarah ibunya meski tidak secara fisik tapi gw yakin hatinya juga terluka.
Gadis kecilku, 17 bulan lebih 7 hari, maafkan bunda yang tanpa sengaja telah menyakiti hatimu nak. Kalau saja waktu bisa kuputar kembali, ingin sekali kutarik kalimat diawal tadi. Karena bunda sayang sama kamu nak, sungguh jauh di lubuk hati bunda yang paling dalam bunda sangat mencintaimu, tidak ada yang bisa menggantikan kamu di hati bunda, nak.
Mungkin bunda belum bisa menjadi ibu yang sempurna bagimu, tapi bunda mencoba untuk menjadi yang terbaik buatmu
Sekali lagi, maafkan bunda ya nak.
*bersama sebuah penyesalan kupersembahkan tulisan ini masih dengan linang airmata yang sama seperti malam itu*

wah sedih juga dengernya
uci jg pernah melakukan hal yang sama
kita belajar untuk jadi yang lebih sabar lagi ya teh ida
mengingat anak semakin besar semakin banyak maunya
yang terkadang bisa bikin kita lepas kontrol
semoga saja tidak terjadi lagi yah
sabar sabar sabar
Comment by bundanya dinda dan dira ō 19 December, 2005 @
hmm, kadang2 kita orangtua juga sulit kontrol diri ya di depan anak..yang penting kalo abis marah kita jelasin dan minta maaf deh, supaya mereka gag trauma dan cepat melupakan
niwei, thanks ya udah mampir blog-ku..
Comment by shendy ō 20 December, 2005 @
bunda…sabar ya bunda…galak deh ama anak umur 17 bulan..
ngacir….
Comment by dian ō 20 December, 2005 @
Hai, Da…Jadiin pelajaran aja, biar ke depannya nanti bisa lebih kontrol emosi
Bener kata Uci, yg penting dijelasin ke anak, kenapa kita melakukan hal itu, dan minta maaf.
Jangan sedih lagi, ya, Ida juga manusiaaaaaa :p
Comment by Devita Umardin ō 21 December, 2005 @
makasiy teteh atas postingannya, ini bikin ryu mikir kelak, klo dah rumahtangga tyus punya anak, kita slaku ortu msti bisa sabar, dan jaga lisan:) makasiy ya teh…buat postingan yg penuh hikmah bagi ry:)
Comment by ryu ō 21 December, 2005 @
Saat sedang frustasi, emosi bisa saja meledak-ledak, walopun mungkin kita tidak bermaksud demikian:) gak pa2 Da, semua ini juga proses pembentukan pendewasaan diri. kesabaran memang bukan suatu yang mudah, tapi si Khayla kecil akan membantumu:) percayalah…menjadi seorang ibu adalah suatu proses yang luar biasa:) good care ya Mom, Gadis kecilmu pasti memaafkanmu:) have a great day ya Sist:)
Comment by Sarie ō 28 December, 2005 @
yang lebih sabar mbak. tapi aku rasa dia ngerti kok kalo bundanya lagi resah…
salam yah bwat lil angelnya
Comment by Ash! ō 5 January, 2006 @