Ruang itu semakin dekat tepat di pelupuk mata
Tapi apakah aku mampu melewatinya ? sendirian saja.
Untuk menggapai sesuatu yang kau tawarkan disetiap ruangnya
Untuk merengkuh segala asa yang aku angankan selamanya
Pada satu hati, aku titip jiwa ini untuk kau rengkuh
Sampai satu masa, dimana aku tak lagi bisa bersua
Pada satu jiwa, aku titip hati ini untuk kau jaga
Sampai satu waktu, dimana aku tak lagi bisa berkeluh
Bawa aku dalam biduk cintamu
Mengarungi samudra tak ter batas di luar sana
Bila saja aku tergoyahkan oleh segulung riak, raihlah jemariku untuk kau selamatkan
Bila saja aku tak mampu memberi sebuah asa, hanya seuntai maaf yang dapat aku ucapkan
Tuhan, beri lindungaMU dalam setiap jengkal nafasku
Bila jalan itu yang harus aku pilih, aku ingin itu menjadi Ridho-MU
Tak hasrat hati ini berbagi selain dengannya
Maka kupanjatkan seuntai doa untuk KAU pertimbangkan
Jadikanlah dia nahkoda yang kuat dan aku kelasi yang tangguh
Agar bila badai menerjang kami tetap bertahan untuk terus berjuang
note : tulisan ini gw persembahkan untuk rekan kerja gw yg sebentar lagi akan melepas masa lajangnya sesuai request dia kemaren hiks
dan juga calon2 pengantin baru lainnya

Semoga keputusan menempuh hidup baru-nya diberkahi Allah SWT dan senantiasa dibukakan pintu rejeki yang barokah. Amin! - Salam kenal dan salam hangat dari Monrovia
Comment by Luigi ō 6 January, 2006 @
hihih, senengnya dikunjungi seorang luigi, tq ya.
Comment by denokdeblong ō 6 January, 2006 @
Bu … mau dong kalo saya nikah dibikinin puisi juga heheheh … kapan ya?
Comment by .:nien:. ō 9 January, 2006 @
hihihihi ak termasuk ngga mba??
(
mbaaa kok libuuuuuuuur seeh senin2 ??
Comment by TRie ō 9 January, 2006 @
belum lah buuu … iya nih .. sampe pergantian dekade masi single.
Comment by .:nien:. ō 9 January, 2006 @
shoutbox nya kenapa ya Bu?
Comment by .:nien:. ō 11 January, 2006 @
temenmu romantis tenan, Da…mo nikah aja minta dibikinin puisi..hiks…
Comment by Devita Umardin ō 15 January, 2006 @
pertama, bapak e lg on the phone, doi ribut.trus pintu mau dikunci ama bapak e, dihalang2x-i. dimarahin ama bapaknya. trus dia dudukin bantal baruku. doi khan jorok banget tuh..jarang mandi,jarang sikat gigi, aku bilang dont sit on pillow. marah, mukanya kayak ngancam gitu, sambil ngegerakin badan mau mukul. aku lempar pake bantal mukanya. untung bantal, da. hampir aja teh botol yg aku lempar
Comment by ricky the monkey ō 17 January, 2006 @