Catatan KecilKOE27 February, 2006

Sebelumnya maap nih ya kalau ada dari rekan2 sekalian yang suka pake stocking item :) , bukan bermaksud apa2 kok sueerrrrr deh!!
Tadi siang pas gw antri di ATM gak sengaja perhatiin ibu2 pake pakaian hitam-hitam. Sekilas wajah dan penampilannya gak ada yang istimewa, biasa-biasa aja tapi pas lihat ke daerah kakinya, yeaakksss pake stocking item!!! udah mah dari ujung rambut ampe ujung kaki pake item jadi yang terlihat putih hanya bagian wajah dan telapak tangannya ajah. Sebenarnya gak masalah mungkin ya, kalau mereka yang pakai pe-de sih monggo aja, lah kalo gw bayanggin gw yang pake kek apa ya *gak kesampaian khayalannya*, hanya yang masih mengelitik pikiran gw dimana sih letak keindahannya dengan memakai stocking warna item, kalau fungsinya untuk menutupi bopeng2 sih pasti jelas tertutupi *item gitu loh* hehehe, tapi kan masih ada warna yg senada dengan kulit dan pasti terlihat jauh lebih enak dipandang mata :) , setidaknya oleh gw :P . Ahhh sudahlah makin gak penting postingannya hihiihi *meluncur ke room lagi*

Catatan KecilKOE24 February, 2006

Namanya Suhartoyo. Lelaki yang telah berusia kepala enam itu bukanlah sosok idola dambaan muda mudi apalagi di jaman sekarang, tapi ada keistimewaan yang tersembunyi jauh dibalik wajah dan penampilannya yang sangat sederhana bahkan mungkin jauh dari “sempurna”.
Suhartoyo hanyalah penjual sapu keliling, bukan pake gerobak tetapi hanya dipanggulnya saja karena tidaklah seberapa sapu yang diperdagangkannya.
Suhartoyo, sulung dari tiga bersaudara, tinggal di pinggiran kota Surabaya. Dia dan kedua adiknya terlahir dengan cacat pada salah satu bagian tubuhnya. Suhartoyo sendiri buta pada kedua matanya, diceritakan bahwa orangtuanya bahkan membawa mereka ke “orang pintar” untuk menyembuhkan kecacatannya dan juga adik2nya tapi tidak pernah berhasil, pada usia 25 tahun saking stressnya dengan keadaan bahkan Suhartoyo sempat berusaha bunuh diri dengan menyusuri rel kereta api, beruntung masih ada orang yang menyelamatkannya. Kemudian dia bertemu dengan seorang janda beranak satu, dan akhirnya menikah hingga hari ini.
Yang saya takjub dengan sosok bernama Suhartoyo ini adalah kegigihannya!!, sejak menikah dia mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap istri dan anak ‘tiri’. Dengan segala keterbatasan yang dia punya, dia masih mampu membiaya hidup istri dan anak bahkan masih bisa menyisakan sebagian penghasilannya untuk menghidupi orang tuanya. Dia tidak tinggal dirumah yang layak, karena sepengelihatanku rumahnya mungkin hanya berukuran 3x3 meter, sebuah rumah petak berdindingkan “gedek”, di dalamnya terbentang sebuah kasur lusuh dan semua perabotan jadi satu *tak terbayangkan kalau kalian juga aku tinggal di “gubug”itu :D *. Untuk menambah penghasilannya dia menawarkan jasa pijat kepada masyarakat, keahliannya ini didapat saat seorang sepupunya menawarkan Suhartoyo sekolah khusus untuk orang2 buta, juga sapu2 yg dijualnya adalah hasil prakarya teman2nya di panti itu, Suhartoyo hanya membantu menjualkannya saja.
Setiap pagi dia diantar istrinya sampai di ujung jalan untuk kemudian bermelangkah sendiri dibantu sebuah tongkat “jelek” yang menemani perjalanannya menyusuri jalanan mencari pembeli. Tak jarang hari itu tak satupun ada yang membeli sapunya, tapi itu tidak membuatnya jera. Yang membuatku trenyuh, ketika dia berjalan dikeramaian orang2 seakan tidak perduli bahkan ketika dia terperosok ke sebuah selokan, bahkan tidak sedikit yang malah menertawakannya bukan menolongnya *pengen nonjok tuh yg ngetawain, sebel deh!!* tapi bapak yang satu ini tetap tegar, tanpa meminta iba dia bangkit dan berjalan lagi menjajakan sapunya

*hanya pengen cerita apa yg abis gw lihat disebuah tayangan realita kehidupan di sebuah stasiun televisi pagi itu saat gak masuk kerja*

Catatan KecilKOE23 February, 2006

Sejak minggu gadis kecilku kena flu *batuk, pilek, panas*, Selain cuaca yang mendukung infeksi virus itu menyebar juga karena gwnya sendiri sejak sabtu tepar lagi. Iyah gw juga kena flu *mayan berat*, sementara gadis kecilku maunya nempel terus kalau ada gw, alhasil ketularan deh *merasa bersalah banget*, sampai hari ini gw dan juga gadis kecilku masih belum reda flunya bahkan kemaren gw benar2 terkapar dan gak masuk kerja, dan gadis kecilku gw ungsikan ke rumah mitoha.
“Gadisku, maafkan bunda ya nduk. Karena tidak bisa menjagamu dari sesuatu yang meruntuhkan daya tahan tubuhmu bahkan menyita waktu bermainmu dan menghapus keceriaanmu :(

“Ya Allah, dia belum pantas berada lama2 dalam keadaan seperti ini. Beri dia kekuatan dan kesehatan, berikan kelemahannya itu padaku saja, karena memang aku penyebabnya dan akulah yang pantas menanggungnya bukan dia.”

Catatan KecilKOE17 February, 2006

Kemaren pulang dari kantor menuju ke tempat kursus ada yang sempat membuat gw tertegun dalam sejenak. Diseberang jalan ada sepasang manula, gw taksir usianya udah 90an gitu deh, jalannya udah tertatih2, si oma mengendong sebuah bungkusan di belakang sementara di opa mengandeng jemari si oma. Si oma tersenyum simpul ke arah wajah si opa *deeeuhhh romantisnya* sambil mengucapkan sesuatu yang entah apa *karena jarak agak jauh makanya gw ga bisa denger*, kemudian mereka berdua menyeberang jalan dan menyusuri sebuah gang dengan masih bergandengan tangan *deeuuhhh ngiri, sumpah!!*, asli gw hampir nabrak angkot didepan gw saking terpananya, *meluncur lagi*. Sehari sebelumnya gw juga ketemu ama sepasang manula, dengan usia yang keknya gak jauh beda sama yang pertama tadi. Mereka sepertinya sedang belanja karena gw lihatnya di pasar dan mereka membawa sebuah keranjang belanja yang telah tersisi beberapa macam sayuran. Dan gw takjubnya mereka masih bergandengan tangan!! Hhmmm kenapa gw permasalahkan tentang “gandegan tangan” disini?? bukan apa2 mungkin buat kalian itu suatu yang wajar dan sering kalian alami tapi buat gw, deuuuhhh sumpah gimana ya caranya biar laki gw mau mengandeng jemari gw hihihihihi. dia selalu saja ogah kalau gw pegang tangannya atau gw sisipkan jemari gw diantara jemari dia, katanya “ihhhh kek anak kecil aja, udah ahhh” *gak ada romantisnya sedikitpun*

Tapi inti dari dua kejadian yang menakjubkan diatas bukan pada “gandeng tangan” melainkan usia pernikahan mereka. Kadang terlintas dalam benak gw pikiran2 mengelitik such “bisakah aku seperti mereka?? mempertahan sebuah perkawinan hingga menjadi setua mereka?” mengingat tidak sedikit dari orang2 yang memilih untuk mengakhiri sebuah ikatan perkawinan hanya dengan alasan “beda prinsip”.
Usia perkawinan gw memang baru sebentar, almost 3 years, tapi gw berharap besar bahwa gw bisa seperti mereka, membina dan mempertahankan ikatan sampai setua mereka dan mungkin tidak hanya sampai setua mereka bahkan lebih tua lagi, tapi memang semuanya tergantung dengan yang Maha Kuasa, bahwa kita tidak bisa menentukan usia kita sampai setua apa. I wish i could!!

Catatan KecilKOE

Cihuuuyyyy, gile bener ini koneksi secepat kilat *hiperbol nih kl yg satu ini*. gw bener2 ga sadar kalau koneksi inetnya bener2 cepet, baru terlintas dalam benak “tumben cepet”, yg pasti seneng dong gak kek kemaren2 suka ngadat, tiba2 matek, jadi bete apalagi kalo lagi download. Kemudian pas lagi asyik2nya browsing mas ronny masuk ruangan, “hehhhehehe, gak sadar ya?” , gw bingung, “gak sadar apanya?” sahut gw, “kan udah gw ganti”. gw baru sadar ternyata TV kabelnya udah jalan heheh, wah bisa lihat TV di kantor dong!!!
Setelah kami didera rasa kebetean yang membabi buta dikala inet ngadat suradat, akhirnya kami memutuskan untuk beralih ke provider lain dan pasang TV kabel. Dengan biaya yang lebih murah akhirnya kami terlayani dengan manja. wah bakalan kerjaannya gak beres nih hahaha….

*yang lagi seneng inetnya lancar…..carr….*

Catatan KecilKOE15 February, 2006

Seger, enak dilihat, gak bikin mata sepet itu diantara ciri2 daun muda *kalau ada yang mo nambahin monggo* sering sekali gw lihat mereka berdua mondar mandir di gedung kantor gw, setiap kali gw main ke kantor tentangga juga gw lihat mereka berdua lagi duduk duaan di belakang meja kerja sambil mata terpaku ke komputer dan sedikit obrolan yang entah apa. Tidak hanya mereka, diluar sana juga banyak gw perhatiin, babe babe kepala 5 keatas lah bahkan mungkin menggandeng gadis belia yang usianya sekira 20tahunan gitu. Pada awalnya gw pikir perempuan itu adalah anaknya, dan memag lebih pantas menjadi anaknya, tapi tidak tahunya ternyata saudara saudara hehhhehe pasti dah tahu kan, mereka sepasang suami istri!!!! mungkin ini bukan suatu hal yang aneh lagi buat sebagian besar kalian, tapi buat gw ini suatu hal yang menakjubkan, iya karena masih belum tercapai sebuah penjelasan yang logis mengapa sampai mereka bisa hidup bersama, apa memang karena CINTA??? atau coz of anything else??
Ahhhhh, memang jodoh itu sangat misterius sekali, kadang gak tergapai oleh nalar gw
Pernah pas gw makan siang di sebuah kedai dekat kantor, mas joko (si tukang jualannya) bilang gini ” eh mbak tahu gak?” wah gosip dimulai nih kalau udah begitu logatnya
“ada apa mas?”
“itu tuh, si anak itu.” sambil nunjuk seorang perempuan yang umurnya mungkin baru 17 tahun lah sedang duduk di tukang es campur, sekilas kulihat biasa aja penampilannya
“iya, ada apa sama dia mas?” tanya temen yg duduk disebelah gw
“itu kan ’simpenan’ pak A, itu tuh yang kantornya disebelah situ.” sambil nunjuk2 sebuah gedung di deretan blok B
Obrolan berlanjut bla… bla… bla…
“Ya, udahlah mas biarin aja.” kataku menutup pembicaraan dan mulai menghabiskan makan siangku
Nah, kalau yang seperti itu bagaimana??? coz of apa sampai mau dijadiin “simpenan”??
Ahhhh mbbuuuhhh, marai mumet mencari sebab musabab perilaku orang2 itu *back to work ahhh*

Catatan KecilKOE14 February, 2006

Hal ini masih berkaitan dengan posting sebelumnya mengenai “kendesoan” gw. Selain tidak terbiasa dengan membersihkan BAK/BAB hanya dengan tissue doang gw juga tidak terbiasa dengan kemoderenan lain yaitu pake kloset duduk. Ini terjadi waktu gw pertama kali tinggal di Bandung, biasalah gw kan dari nggunung, yang jauh dari peradaban kota (waktu itu, tapi keknya sekarang udah terkontaminasi deh). Al kisah, gw dateng ke Bandung tahun 1994 buat nerusin sekolah gw, waktu itu diterima di smaluci (sma 3 cimahi), saking culun dan lugunya serta polosnya waktu gw kebelet pengen ke belakang, gw bingung cari2 toilet, secara dirumah kakak segede lapangan plus lagi direnovasi pulak. ke belakang gak gw temuin tuh toilet jongkok yang sudah familiar, trus gw lari ke ruang dalem eh nemuin kamar mandi tapi gw cari2 mana kok gak ada klosetnya sih, uugghhh!!! kebelet nih, tadi kata sista gw ada di kamar mandi dalem, mana??. Akhirnya persis di hadapan gw ada semacam tempat duduk gitu, pas gw buka loh kok ada lubangnya, wah jangan2 ini kloset yang my sista bilang tadi, ohno model baru ya?? gimana cara pakenya nih kalo model beginian *bingung mode on sambil nahan kebelet*, saking gak nahannya akhirnya gw naik ke atas tuh kloset, gw nongkrong diatasnya, aaaahhh legaaaa !!! balik lagi ke aktivitas
“Da’ , sini deh !” teriak my sista dr kamar mandi dalam
“Ya, ada apa?” menyusul ke kamar mandi
“Kamu jadi BAK disini tadi?” tanyanya sambil senyum2
“Iyah!” jawab gw polos
“Gimana caranya?”
“Yeee, kok gimana caranya. emang belum pernah??” tanya gw balik
My sista masih menahan senyum, “iya gimana?” desaknya
“Ya naik aja tuh ke atas WC, cuma aneh ya WC di kota besar kok tinggi2!”
Tawa Sista gw meledak dong, gw heran, “yeee kok ketawa sih!”
“Ya iyalah kamu lucu sih, ini kan kloset duduk non, begini nih cara pakainya.” kata sista gw sambil menerangkan cara memakai tuh kloset
Oaallaaaahhhh, jadi bukan model baru kloset jadi lebih tinggi to tapi itu buat duduk. HIhihhihihiih, ndeso tenan gw kalau begitu :P
“Ya maap!” kata gw sambil ngeloyor ke kamar

Catatan KecilKOE13 February, 2006

Hhhhmmm ini kali pertama gw ikutan seminar disepanjang hidup gw, iihhh gak gaul deh!!! Yah!!! memang mungkin gw termasuk orang yang jauh dari yang namanya GAUL. Ketika saat ini lagi ngetren suatu mode pasti gw ga punya keinginan untuk ikutan, selain kadang kepentok sama budget juga karena gw ga suka pake mode yang aneh2, baru kalau sudah berlalu dan basi buat orang lain gw kadang baru kepikiran untuk memilikinya, at least nunggu sampai ada diskon gede2an hehheeehe, meski udah diskon gedepun masih kepentok juga anggarannya hahaha, dasar wanita!!
Kembali ke seminar. Sebulan yang lalu gw ditawari sama temen gw disalah satu milist buat ikutan seminar tentang kesehatan anak, awalnya males karena gw pikir yang namanya seminar pasti suasanannya monoton, serius, bete deh. Tapi karena ini tentang kesehatan anak, gw akhirnya berpikir lagi, kemudian gw dikasih artikelnya masih juga belum berencana daftar sampai suatu waktu gw tahu bahwa yang akan membawakan adalah dr. Wati yang gw penasaran banget orangnya, akhirnya gw daftar juga meski sempet terlintas dalam benak, duhhh males euy berangkatnya, ntar gw disana sama siapa ya mana gak ada yang mau diajak lagi temen2ku, duh pasti orang2nya yang gaul abis deh gak kek gw yang masih ndeso, makin panik nih sampai hari H. (baca selengkapnya)

Catatan KecilKOE

Setiap bertemu dengan yang namanya weekend, kepala gw langsung nyut nyutan, langsung berderet dalam pikiran gw yang namanya macet, asap, panas, bete, suntuk, marah, lapar, pengen ngamuk!!! tapi mau gak mau sabtu kemaren gw musti keluar, ada seminar kesehatan dari salah satu milist yang gw ikutin. Pagi2 mah masih okeh, kendaraan masih lancar2 sajah karena gw berangkat dari rumah jam 06.00, nganter ponakan dulu ke sekolahnya, trus cek email ke kantor bentar jam 07.45 cabut ke tempat seminar, masih lancar!!!
Kelar seminar jam 13.00, keluar ruangan panas banget, buka pintu mobil gile cemata gw langsung tertutup sama uap panas, gelap dong gw nyalain AC, mayan mulai adem lagi. Meluncur ke bawah, di depan kampus UNPAR udah terlihat antrian panjang, duh alamat buruk deh sementara gw ada janji jam 14.00 di depan kampus ITB buat ngasih dokumen sama klien. Weks…. bener aja masa dari UNPAR ke ITB 1 jam, aje gile biasanya juga cuma 1/4 jam kurang lebih dikit. Alamat buruknya lagi, perut gw uadah meronta2 dan pelipis kanan gw rasanya seeprti ditusuk2, aaarrrgggghhhhh MIGREN!!! ohno, gw paling benci kalau penyakit satu ini udah mulai menghampiri isi kepala gw yang terjadi adalah mual hebat, kunang2, makin pusing dan pengennya marah!!!! dan sialnya dipertengahan jembatan layang PASOPATI terlihat antrian yang amat sangat panjang sekali, *s…….t*!!! mampus gw, mana belok gak bisa, gw terjebak ditengah2, merayap itupun keknya lebih cepetan semut deh…. dan parahnya macet itu sampai ke ujung mo masuk tol saudara2!!!! berapa kilo ya, duh sampe gak sempet ngukurnya saking pening dan mualnya dirikuh. Masuk tol jari2 gw udah gemeteran, yang ada dipikiran gw adalah secepatnya sampai rumah dan MAKAN trus TIDUR!!, alhamdulillah selamat sampai rumah meski badan gw rasanya luluh lantak tak karuan.

buat catatan !! mendambakan bandung dahulu kala yang jalanannya sejuk dan lancar2 saja….. *termangu*

Catatan KecilKOE

PEPER, pernah denger satu kata itu?? kalau kalian berasal dari suku jawa kemungkinan besar tahu dengan istilah satu itu. Ceritanya sabtu kemaren gw ikutan seminar kesehatan disalah satu gedung sebuah sekolah internasional gitu di daerah Ciumbeuleuit. Gw salah satu orang yg paling males gerak2 kalo udah duduk anteng di sebuah acara, nah kelar seminar tersebut tujuan utama gw adalah toilet, kebayangkan duduk dari jam 08.00 ampe jam 13.00 hihihi mana istirahatnya bentar. Begitu selesai BAK, gw cari2 shower yang biasa buat cebok karena gw gak lihat ada ember berisi air ataupun bak air di toilet itu tapi gak gw temuin juga, yang gw lihat hanya 2 buah gulungan tissue diatas penampung air kloset. Waks alamat buruk nih, masa gw harus peper sih????? Ya!! gw memang pernah denger selentingan kalo orang luar abis BAB/BAK gak pernah cebok melainkan hanya dilap pake tissue, tapi come on…. gw gitu loh… peper… ohno….pesing kemana2 atuh. Duh, ndeso banget ya gw.
Tapi bukan karena ndeso atau tidaknya. Sejak kecil gw memang terbiasa cebok minimal pake 3 gayung AIR, iyah air kalian tahu kan air, kecipak kecipak!! kalau enggak kok keknya risih gitu loh. Kecuali memang ketemu pada kondisi yang sangat darurat, ini pernah gw alami waktu gw masih kecil pas ikut bapak ibu ke kebun cari rumput, ditengah2 kegiatan perut gw mules banget karena di kebun sudah pastilah gak ada toilet, mana jauh dari rumah penduduk yang terjadi adalah kemudian gw BAB disitu dan mau gak mau peper pake daun singkong deh kalao gak salah hehehehe, cuek!! trus sampai rumah baru deh cebok pake air. Tapi pliz deh sekarang kan bukan jamannya susah air dan bukan ditengah2 hutan yang susah cari toilet yang ada airnya, tapi apa emang begitu peraturannya orang luar?? trus kalau abis peper gitu …..udah aja, ntar gak dibilas lagi pake air??? duhhh…. kerasa deh gimana *heran*
Jadwal seminar selanjutnya bulan depan, masih ditempat yang sama. gw bakalan mengalami siksaan bathin lagi kalau masih juga belum ada gayung berisi air, hhmmm…. keknya gw kudu bekel tissue basah deh paling gak ada basah2nya dikit hihihihi….

Next Page »