Kemaren pulang dari kantor menuju ke tempat kursus ada yang sempat membuat gw tertegun dalam sejenak. Diseberang jalan ada sepasang manula, gw taksir usianya udah 90an gitu deh, jalannya udah tertatih2, si oma mengendong sebuah bungkusan di belakang sementara di opa mengandeng jemari si oma. Si oma tersenyum simpul ke arah wajah si opa *deeeuhhh romantisnya* sambil mengucapkan sesuatu yang entah apa *karena jarak agak jauh makanya gw ga bisa denger*, kemudian mereka berdua menyeberang jalan dan menyusuri sebuah gang dengan masih bergandengan tangan *deeuuhhh ngiri, sumpah!!*, asli gw hampir nabrak angkot didepan gw saking terpananya, *meluncur lagi*. Sehari sebelumnya gw juga ketemu ama sepasang manula, dengan usia yang keknya gak jauh beda sama yang pertama tadi. Mereka sepertinya sedang belanja karena gw lihatnya di pasar dan mereka membawa sebuah keranjang belanja yang telah tersisi beberapa macam sayuran. Dan gw takjubnya mereka masih bergandengan tangan!! Hhmmm kenapa gw permasalahkan tentang “gandegan tangan” disini?? bukan apa2 mungkin buat kalian itu suatu yang wajar dan sering kalian alami tapi buat gw, deuuuhhh sumpah gimana ya caranya biar laki gw mau mengandeng jemari gw hihihihihi. dia selalu saja ogah kalau gw pegang tangannya atau gw sisipkan jemari gw diantara jemari dia, katanya “ihhhh kek anak kecil aja, udah ahhh” *gak ada romantisnya sedikitpun*
Tapi inti dari dua kejadian yang menakjubkan diatas bukan pada “gandeng tangan” melainkan usia pernikahan mereka. Kadang terlintas dalam benak gw pikiran2 mengelitik such “bisakah aku seperti mereka?? mempertahan sebuah perkawinan hingga menjadi setua mereka?” mengingat tidak sedikit dari orang2 yang memilih untuk mengakhiri sebuah ikatan perkawinan hanya dengan alasan “beda prinsip”.
Usia perkawinan gw memang baru sebentar, almost 3 years, tapi gw berharap besar bahwa gw bisa seperti mereka, membina dan mempertahankan ikatan sampai setua mereka dan mungkin tidak hanya sampai setua mereka bahkan lebih tua lagi, tapi memang semuanya tergantung dengan yang Maha Kuasa, bahwa kita tidak bisa menentukan usia kita sampai setua apa. I wish i could!!
