Beberapa hari lalu gw baca sebuah artikel tentang parenting, hhmmm bagus juga menurut gw. Anak, sebuah pribadi yang unik, kita sebagai orangtua kadang memang menginginkan yang terbaik untuk mereka, kita rela melakukan apa saja untuk kesuksesan mereka, kita berani korbankan apa saja demi masa depan mereka dan ternyata tanpa kita sadari kita telah memaksakan sesuatu yang sebenarnya tidak mampu untuk mereka tangani dan menjadikannya sebuah beban. Saat ini banyak dari kita, para orangtua, yang berbondong2 untuk membuat anak kita lebih berprestasi dan mempunyai daya saing yang tinggi, hal ini tidak salah sebenarnya, ya siapa sih yang ga pengen anak kita tumbuh menjadi anak yang cerdas??!! tapi apakah yang kita lakukan untuk mereka sudah benar?? apakah kita sudha cukup bijak membuatkan rencana masa depan mereka??Artikel berikut setidaknya bisa membantu kita sebagai orangtua, pemula terutama, untuk bersikap lebih bijak terhadap anak2 kita.
1. BEREKSPLORASI SEBELUM MEMILIH. Perkenalkan anak pada berbagai aktivitas sampai ia menemukan kegiatan yang sangat disukai. Kadang kala orangtua harus melakukan trial and error sampai akhirnya anak dapat menemukan kegiatan yang pas

2. SEBAGAI SELINGAN YG MENYENANGKAN. Selain dapat menambah pengetahuan dan kemahiran, mengikuti berbagai pendidikan tambahan bisa menjadi sarana untuk bergaul di luar lingkungan sekolahnya. Anda juga bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk berteman dengan para orangtua lainnya

3. JANGAN MENJADI BEBAN. Hindari memberi anak terlalu banyak pendidikan tambahan. Anak akan kelelahan sehingga pelajaran sekolah menjadi terganggu

4. ANAK HARUS SIAP. Jangan paksakan anak mengikuti pendidikan tambahan jika ia belum memiliki kesiapan mental dan fisik untuk bidang yang dipilih. Anak yang anda daftarkan ke kursus drama dengan harapan bisa lebih pede malah jadi minder jika mentalnya belum siap tampil dimuka umum.

5. CEK DULU MOTIVASI ANDA. Anda boleh meneruskan niatan memberikan pelajaran tambahan bagi anak, jika anda memiliki motivasi yang masuk akal. Misalnya, agar anak memiliki ketrampilan yang berguna untuk masa depannya, hindari memberi kursus tambahan hanya karena mengikuti tren orangtua yang lain atau karena gengsi semata.

6. BOLEH ‘MEMINDAHKAN’ MIMPI ANDA, ASAL…. Jangan menjadikan anak sebagai sasaran ‘balas dendam’ atas impian anda yang tidak kesampaian di masa lalu. Anda boleh saja menganjurkan ‘impian’ itu dengan memberikan berbagai informasi. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan si anak.

7. PERHATIKAN WAKTU DAN LOKASI. Sebelum memilihkan kursus ada baiknya anda memperhatikan jarak tempat kursus dengan rumah serta tenggang waktu antara waktu sepulang sekolah dengan waktu kursus. Anak mungkin merasa tidak nyaman jika harus terburu-buru pergi ke tempat kursus atau harus menempuh jarak yang terlalu jauh.

8. KEINGINAN BERBEDA. Anak2 pada usia tertentu biasanya memiliki ketertarikan yang berbeda terhadap kegiatan tertentu. Ajaklah anak berbicara untuk mengetahui bidang apa yang sangat disukainya saat ini

9. ‘IKUT’ LES BERSAMANYA. Tugas orangtua ternyata bukan sekedar mendaftarkan dan mengantar anak ke tempat kursus. Anak dijamin lebih bersemangat jika anda mau ikut larut dalam keasyikan kursus barunya. Misalnya, kalau anda tidak bisa bermain sepak bola anda bisa membacakan buku-buku tentang sepak bola. jadi ketika anak anda sepulang dari sekolah bola berseru bangga “mama, tadi aku hattrick, lho!”, anda tidak akan tulalit dan bisa memberikan pujian yang tepat.

10. HARGAI KARYANYA. Si kecil pasti senang jika anda memajang hasil karyanya di meja kerja atau rumah. Anda juga bisa memotret beberapa aktivitasnya. simpan dalam bentuk album, scrapbook atau sekalian dibingkai besar. Anda bisa melakukan hal yang sama dengan kamera video.

note : artikel diambil dari sebuah majalah wanita femina