Malaikat KecilKOE19 December, 2005
“Aaarrrggghhh, bisa diem ga sih!!!” kalimat itu meluncur begitu saja tanpa bisa gw kendalikan, kemudian suara tangisan membuncah dari mulut mungilnya. Tangisan ketakutan dari seorang gadis kecil lugu yang belum tahu apa-apa. Detik-detik berlalu tanpa gw sadari, kemudian gw merasa terhenyak, “maafkan bunda, nak!” tangisku mulai pecah bersamanya, rasa bersalah yang amat sangat menjalari seluruh relung hatiku.
Malam itu gw sedang menemani si kecil bermain, tidak seperti biasanya dia tidur telat. Namun entah kenapa tiba tiba (baca selengkapnya)


