Sesi PESAT terakhir hampir berakhir minggu depan, ada sedikit tugas yang sebenarnya cukup sulit buat gw yaitu menuliskan rangkaian kata perpisahan untuk bunda Wati, seseorang yang selama ini telah membagi ilmunya untuk kami, seseorang yang dengan giatnya berusaha membuat kami para moms semakin pintar terutama dalam “mengurus” buah hati. Sedih?? itu sudah pasti, tapi tentu saja kami tidak bisa “menyiksa”nya lebih lama untuk menatar kami hehehe.
Untuk bunda Wati terimakasih tiada tara atas semua yang bunda bagi untuk kami, ada sedikit coretan yang mungkin tidak berarti
,
CINTA DIUJUNG LARA
Kau hadir kala bimbang menyusupi relung hati
Gundah tiada tara menyelimuti diri
Panik, sesal menjadi bagian diri
Setiap kali, lagi dan tiada henti
Adamu meyakinkan hati
Bahwa bimbang, gundah, panik dan sesal tak seharusnya menjadi bagian diri
Karena dengan segenap cinta semua akan terlewati
Pasti dan takkan ragu lagi
Terimakasih bunda, atas ilmu yang kau bagi
Lagi, lagi dan lagi tanpa perduli siapapun kami
Dengan cinta semua lara terobati
Dengan cinta semua menjadi happy
Yah cinta, sebuah ilmu yang abadi
Untuk lara buah hati kami
Cinta diujung lara
Solusi indah tiada tara
Terimakasih sekali lagi bunda
Ada dan tiada dirimu, akan selalu ada di dalam hati kami semua