Puisi Kecil31 March, 2006

Kamu, iya kamu!! kenapa tengak tengok ?? :D *gak nyambung pisan*

Sayatannya masih melukai
Sisi gelap relung hati
Rasanya tak terobati
Hingga kini dan mungkin nanti

Aku mencintaimu
Tapi kau tak pernah mau tahu
Sungguh hina diriku
Memohon cinta yg tak mau

Aku masih tak rela kehilangan bayangmu
Meski semua semu buatku
Tak apalah sejenak bercumbu
Meski hanya dengan bayangmu

Cinta berbalut luka
Itulah diriku adanya
Tak pernah bisa meraih dirinya
Juga merenggut hatinya
Alamaakkkk!!!!

wassyyaahhhh jangan serius2 ya nanggepinnya :D back to work ahhh… :D

Puisi Kecil24 March, 2006

Sesi PESAT terakhir hampir berakhir minggu depan, ada sedikit tugas yang sebenarnya cukup sulit buat gw yaitu menuliskan rangkaian kata perpisahan untuk bunda Wati, seseorang yang selama ini telah membagi ilmunya untuk kami, seseorang yang dengan giatnya berusaha membuat kami para moms semakin pintar terutama dalam “mengurus” buah hati. Sedih?? itu sudah pasti, tapi tentu saja kami tidak bisa “menyiksa”nya lebih lama untuk menatar kami hehehe.Image hosting by Photobucket
Untuk bunda Wati terimakasih tiada tara atas semua yang bunda bagi untuk kami, ada sedikit coretan yang mungkin tidak berarti :) ,

CINTA DIUJUNG LARA

Kau hadir kala bimbang menyusupi relung hati
Gundah tiada tara menyelimuti diri
Panik, sesal menjadi bagian diri
Setiap kali, lagi dan tiada henti

Adamu meyakinkan hati
Bahwa bimbang, gundah, panik dan sesal tak seharusnya menjadi bagian diri
Karena dengan segenap cinta semua akan terlewati
Pasti dan takkan ragu lagi

Terimakasih bunda, atas ilmu yang kau bagi
Lagi, lagi dan lagi tanpa perduli siapapun kami
Dengan cinta semua lara terobati
Dengan cinta semua menjadi happy
Yah cinta, sebuah ilmu yang abadi
Untuk lara buah hati kami

Cinta diujung lara
Solusi indah tiada tara
Terimakasih sekali lagi bunda
Ada dan tiada dirimu, akan selalu ada di dalam hati kami semua

Puisi Kecil20 March, 2006

Betapa jauh Melbourne, Ithaca, Winnipeg, Prancis, maupun Washington
Beribu kilometer dari sini
Tapi masih bisa ku dengar setiap kata yang kau ucap dari bibirmu
Dengan jelas, seperti pada saat kita saling bertatap mata

Tidaklah dekat Samarinda, Medan, Jakarta, Yogya, juga Bali dan Gresik
Beratus-ratus jangkau dari sini
Tapi masih bisa ku tangkap setiap kalimat yang kau lontarkan dari bibirmu
Dengan jelas, seperti pada saat kita saling bertatap muka

Do’a , adakah yang lebih indah dari itu??
Sebuah samudera tiada tepi
Yang membebaskan siapa saja untuk merengguk setiap makna
Bahkan ketertakjubanku pada langit, sama takjubku pada niatmu mendo’akanku
Terimakasih Cinta, atas semua do’a yang terucap
Semoga harumnya sampai kepadamu jua
Sebab aku ingin juga berdoa atas doa-doamu

Puisi Kecil3 February, 2006

Sudah berapa lama tak terhitung oleh jari
Mencoba mencari jawaban dari pikiranku yang tersesat sejenak
Dan kini baru kusadari rasa ini tumbuh dengan tak sengaja namun terlanjur sempurna

Walaupun aku tetap harus belajar menerima kehadiranmu di hidupku
Walaupun aku tetap harus bejalar melupakan yang tidak bisa kulupakan di masa lalu
Demi cinta aku dan kamu yang tak terduga

Puisi Kecil6 January, 2006

Ruang itu semakin dekat tepat di pelupuk mata
Tapi apakah aku mampu melewatinya ? sendirian saja.
Untuk menggapai sesuatu yang kau tawarkan disetiap ruangnya
Untuk merengkuh segala asa yang aku angankan selamanya

Pada satu hati, aku titip jiwa ini untuk kau rengkuh
Sampai satu masa, dimana aku tak lagi bisa bersua
Pada satu jiwa, aku titip hati ini untuk kau jaga
Sampai satu waktu, dimana aku tak lagi bisa berkeluh

Bawa aku dalam biduk cintamu
Mengarungi samudra tak ter batas di luar sana
Bila saja aku tergoyahkan oleh segulung riak, raihlah jemariku untuk kau selamatkan
Bila saja aku tak mampu memberi sebuah asa, hanya seuntai maaf yang dapat aku ucapkan

Tuhan, beri lindungaMU dalam setiap jengkal nafasku
Bila jalan itu yang harus aku pilih, aku ingin itu menjadi Ridho-MU
Tak hasrat hati ini berbagi selain dengannya
Maka kupanjatkan seuntai doa untuk KAU pertimbangkan
Jadikanlah dia nahkoda yang kuat dan aku kelasi yang tangguh
Agar bila badai menerjang kami tetap bertahan untuk terus berjuang

note : tulisan ini gw persembahkan untuk rekan kerja gw yg sebentar lagi akan melepas masa lajangnya sesuai request dia kemaren hiks :) dan juga calon2 pengantin baru lainnya :)

Puisi Kecil14 December, 2005

Lembut alunan musik angklung
Mengiringi ayunan langkah gontai tak bermakna
Aku berdiri disana melihatmu berlari kecil
Beradu dengan panasnya terik sang surya

Dawai-dawai mulai kau mainkan bukan tanpa makna
Nyanyian serak kau tawarkan tanpa jera
Teriknya surya membakar arimu tanpa kau rasa
Demi secuil iba yang kau harap dari tuan dan nyonya

Derai tawa meyemburatkan rasa bangga
Menyisakan rasa bungah dihatiku
Derai luh menyiratkan rasa duka
Menggoreskan rasa perih dihatiku

Kerasnya hidup seperti ini belum layak untuk kau jalani
Ganasnya dunia seperti ini belum patut untuk kau nikmati
Wajah-wajah kecilku, teriaklah pada dunia bahwa apa yang kau dapatkan hari ini adalah tak pantas
Wajah-wajah kecilku, berontaklah pada dunia bahwa apa yang kau dapatkan hari ini adalah tak layak
Wajah-wajah kecilku, yakinlah bahwa Tuhan akan memberikan tempat yang lebih baik di dunia lain suatu saat karena kau memang berhak untuk itu.

Puisi Kecil

Terketuk hati pedih kurasa
Saat ku tahu bahwa asaku telah hilang
Asaku hilang terbawa hati yang lain
Asaku hilang terbang terbawa angin
Pergi menjauh ke negeri seberang

Tuhan,
Akankah asaku kembali datang
Beradu kasih di saat senang
Akankah asaku kembali terbang
Kearah hati yang sedang bimbang

Hasrat hati ingin kau pulang
Membawa asa yang telah hilang
Kembali……
Kembalilah kau asa yang hilang
Aku tetap menanti dengan hati yang lapang

Puisi Kecil18 November, 2005

Tahun kedua telah berlalu tapi sepertinya rasa itu berlalu juga
Aku ga’ tahu apakah rasa itu memang benar-benar sudah mati
Nda, sebenarnya kamu ngeh gak seh???

Maafin Aku Nda,
Aku sudah berusaha dan akan tetap terus mencoba
Aku ga’ akan ninggalin kamu meski tanpa perasaan itu
Karena aku berharap suatu saat rasa itu bisa kembali

Maafin Aku Nda,
Hanya itu yang sanggup aku sampaikan
Kalau saja Tuhan masih memberi kesempatan
Aku ingin rasa itu bisa menjadi milikmu

Puisi Kecil

Ting,
Lihatlah langit diatas sana
Tahukah kamu bahwa bintangnya bersinar terang, seterang binar matamu
Tahukan kamu bahwa bulannya bersinar terang, seterang cahaya hatimu
Ting,
Lihatlah riak ombak disana
Tahukah kamu bahwa pasangnya tinggi, setinggi asamu
Tahukah kamu bahwa surutnya rendah, serendah egomu

Ting,
Tahukah kamu bahwa kinasih selalu setia menantimu
Tahukah kamu bahwa kinasih selalu ada untukmu
Dan, tahukah kamu Ting
Bahwa aku akan selalu memberikan kinasih itu padamu

Puisi Kecil

P,
Nama yang indah untuk didengar
Kulihat matahariku bersinar disana
Cahayanya terik tapi sejuk
Warnanya membara tapi lembut

Akankah aku memiliki matahari itu
Akankah aku memiliki damai yang dia tawarkan
Aku ingin,
Ingin bersamanya sepanjang masa
Ingin mengenggamnya di sisa usia
Ingin memeluknya selama aku bisa

Tuhan,
Izinkan aku mengetuk hatinya
Izinkan aku menggapai hatinya
Izinkan aku merenggut hatinya
Dan, izinkan aku memiliki dan menjaga hatinya.

Next Page »